SeputarNKRI|HUKUM - Ketua DPW PAN DKI Eko Hendro Purnomo atau akrab dikenal sebagai Eko Patrio rencananya akan dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016), pukul 10.00 WIB.

Ia dipanggil terkait pernyataannya pada media beberapa waktu yang lalu yang mengatakan bahwa pengungkapan bom di Bekasi merupakan pengalihan kasus yang mendera Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“kalau dilihat pola kemunculan bom dan diarahkan ke Istana sangat diduga bagian pengalihan isu kasus Ahok. Sebelum ada aksi super damai 212 ada upaya untuk menggagalkan dengan peristiwa bom samarinda, isu makar dan sebagainya,” kata Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, Senin (12/12).
Menurutnya perlu dicurigai Densus 88 yang menemukan surat dari ‘pengantin perempuan’ untuk meledakkan Istana dengan menggunakan bom ‘rice cooker’. “Ini yang membuat surat ini harus dibongkar juga, apa atas inisiatif perempuan, atau hanya suruhan, ini yang patut dicurigai,” ungkap Eko.
Eko meminta Umat Islam untuk mewaspadai operasi intelijen jahat untuk mendiskreditkan kelompok anti Ahok. “Kelompok antiahok sudah ada yang terkena kasus makar dan tak lama lagi ada kasus terorisme. Ini yang harus diwaspadai umat Islam,” pungkas Eko.
Awak media pun sudah menunggu di depan gedung Bareskrim yang terletak di dalam Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat ini.
Hingga kini belum ada kejelasan hadir atau tidaknya pria yang pernah menjadi pelawak tersebut dalam pemanggilan penyidik.
(dtk)
SeputarNKRI Berita hangat seputar Politik dan Ekonomi di Indonesia
