SeputarNKRI|UMUM - Murka akan Aksi barbar yang dilakukan oleh mantan napi teroris yang terjadi di di gereja oikumene samarinda,Salah satu pengguna sosmed FB,Dengan akun Yusuf Muhammad Melampiaskan Kemarahan nya di sosmed tersebut

Juhanda alias Jo (depan), Muhammad Maulana Sani alias Maulana alias Alan alias Asaf (belakang kanan) dan Mugianto.
Ia pun membuat postingan berisi kritikan pedas kepada ulama MUI dan FPI yang di anggap nya hilang entah kemana disaat terjadi ledakan di gereja oikumene samarinda,
Sembari mempertanyakan kenapa suara mereka sama sekali tidak terdengar,sama sekali ikut mengecam?
Sebagaimana diketahui,Pada hari Minggu (13/11/2016) telah terjadi peledakan dengan bom molotov di gereja oikumene samarinda yang melukai 4 balita tak berdosa,
di informasikan juga tadi pagi sekitar jam 4.00.WIB ,Salah satu korban,Intan Olivia Balita yang baru berumur 2 Tahun telah meninggal dikarenakan luka bakar yang di deritanya,
Kejadian ini membuat yusuf muhammad murka kepada Ulama MUI, FPI dan juga terhadap umat muslim anti ahok yang pada tanggal 4/11/2016 lalu berbondong bondong datang ke jakarta untuk mendemo Ahok
Berikut ini Ungkapan Kemarahan yusuf muhammad yang dikutip lewat akun facebooknya:
Wahai para MUI, Kyai, Ulama, Habib, Ustad, FPI dan apalah pokoknya yang yang pinter2 dan paling jago dalam beragama.
Coba tunjukkan sikap tegas kalian semua, jika ada peledakkan bom di Gereja Samarinda yang pelakunya mengatasnamakan ajaran islam, membawa-bawa nama islam, mengatasnamakan “jihad”, dan korbanya anak-anak,
Apakah yang seperti demikian tidak menistakan agama dan merusak nama islam?
Bukankah islam itu “rahmatan lillalamin”?
Jangan hanya bungkam dan sibuk berpolitik. Kalian pemimpin umat, membawa nama umat, pewaris ajaran Nabi yang penuh rahmat, penuh kasih sayang, dan kedamaian.
Jangan cuma lantang pada hal- hal yang berbau politik. Jangan bungkam karena tidak ada uang.
Jangan gadaikan integritas sebagai pemimpin umat. Saya muak dengan perilaku-perilaku pengeboman kelompok radikal yang selalu mengatasnamakan islam.
Ayo terutama yang demo demo kemaren pada Jum’at 4/11, mana suara kalian semua?
Lihatlah korbanya anak- anak kecil yang masih polos tak berdosa. Jangan tutup mata, jangan bungkam dan jangan pura- pura tuli terhadap faham radikalisme sesat yang mengatasnamakan islam.
Pelaku ngebom pakai nama islam.
Pelaku ngebom pakai ajaran islam.
Pelaku ngebom pakai nama jihad.
Pelaku ngebom pakai takbir.
Apakah yang seperti ini harus dibiarkan dan dibela?
Apakah yang seperti ini dikatakan jihad fisabilillah?
#SayNoToRadicalism
#SayNoToTerrorism
Saat dimintai keterangan,Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku bernama Joh alias Juhanda alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia, 32 tahun,
Tito menjelaskan Pelaku bukanlah orang baru dalam peledakan bom.Pelaku merupakan mantan narapidana teror bom Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di Tangerang pada 2011.
Dan pernah menjalani hukuman pidana 3,5 tahun pada 2012 dan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri pada 28 Juli
“Pelaku sudah ditangkap. Percayakan kepada penegak hukum untuk menangkap jaringannya,” Tutur Tito
Berikut Video Detik detik Penangkapan Pelaku Pelemparan Bom Molotov :
SeputarNKRI Berita hangat seputar Politik dan Ekonomi di Indonesia
