SBY Bicara Mengenai Penyadapan, Hingga Larangan Bertemu Presiden | SeputarNKRI

SBY Bicara Mengenai Penyadapan, Hingga Larangan Bertemu Presiden

SeputarNKRI|POLITIK - Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, muncul ke publik dan menggelar jumpa pers menyikapi tudingan pengacara tersangka kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama. Pengacara Ahok, sapaan Basuki, Humprey Djemat, menyebut SBY pernah berkomunikasi dengan Ketua MUI, Ma’ruf Amin, untuk mengeluarkan fatwa.
SBY Bicara Mengenai Penyadapan Hingga Larangan Bertemu Presiden
SBY, begitu dia disapa, mengatakan, terkait informasi yang disebut kubu Ahok di sidang, adalah penyadapan ilegal. Soal penyadapan telepon, kata SBY, dirinya mengaku pernah mendapat kabar demikian usai pulang dari berkunjung ke Jawa Tengah.

“Sebenarnya, apa yang sesungguhnya terjadi, kalau betul telepon saya disadap secara tidak legal, awal September ada yang memberi tahu, ‘Pak hati-hati telepon bapak dan anggota tim lain disadap,” ungkap SBY dalam jumpa pers di Kantor DPP Demokrat, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, (1/2).

Sebulan setelah informasi yang didapat soal teleponnya disadap, SBY kembali dikagetkan dengan informasi teleponnya disadap.

“Saat itu, sahabat saya sendiri tidak berani terima telepon saya karena katanya disadap. Jadi pembicaraannya disadap,” sambungnya.

Dua kali mendapatkan informasi bahwa telepon selularnya disadap, SBY masih tak percaya. Dia bingung apa yang membuatnya disadap

“Apa iya? Salah saya apa disadap?” tegas SBY

Bersamaan dengan ini SBY juga menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

SBY mengaku ingin berbicara blakblakan soal sejumlah tuduhan yang dialamatkan kepadanya dan juga Partai Demokrat.

SBY menyatakan bahwa dirinya telah dituduh mendanai aksi damai 411, menginisiasi gerakan makar, hingga rencana pengeboman Istana Merdeka.

Atas semua tuduhan itu, SBY merasa difitnah. Dia pun merasa pemerintah seolah mendapatkan informasi yang keliru.

“Tentu kalau dituduh dan difitnah seperti itu, saya sebagaimana manusia biasa, saya sampaikan bahwa semua itu tidak benar,” ucap SBY.

Maka dari itu, Presiden keenam RI ini berharap diberikan kesempatan untuk meluruskan semua tuduhan itu kepada Presiden Jokowi.

“Sayang sekali saya belum punya kesempatan bertemu bapak Presiden kita, bapak Jokowi. Kalau saya bisa bertemu dengan beliau, niat saya, saya mau ngomong blak-blakan. Siapa yang melaporkan kepada beliau, siapa yang beri informasi intelijen kepada beliau yang menuduh saya mendanai aksi aksi damai 411, menunggangi aksi itu, urusan pemboman, hingga urusan makar,” ucap dia.

“Saya ingin sebetulnya melakukan klarifikasi, secara baik dengan niat dan tujuan yang baik supaya tidak ada yang menyimpang atau curiga,” ujar SBY.

Pada saat itu juga SBY mengungkapkan adanya pihak yang melarang Presiden Joko Widodo untuk bertemu dengannya.

Pihak tersebut, kata SBY, adalah orang-orang yang berada di lingkaran Presiden.

“Konon, beliau (Jokowi) ingin bertemu dengan saya, tapi dilarang oleh dua atau tiga orang di sekitar beliau untuk bertemu saya. Hebat juga dua-tiga orang itu bisa melarang Presiden bertemu sahabatnya,” kata SBY dalam keterangan pers, di Jakarta, Rabu (1/2/2017).

About admin dua

Leave a Reply

1 Comment on "SBY Bicara Mengenai Penyadapan, Hingga Larangan Bertemu Presiden"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
trackback

[…] SBY Bicara Mengenai Penyadapan, Hingga Larangan Bertemu Presiden […]

wpDiscuz
x

Check Also

Djarot : Bu Mega Insya Allah nanti pada kampanye akbar"Djarot : Bu Mega Insya Allah nanti pada kampanye akbar"

Djarot : Bu Mega Insya Allah nanti pada kampanye akbar”

SeputarNKRI|POLITIK - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan terlibat langsung pada kampanye ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow