Buka Kartu, Antasari: Saya Siap Mati | SeputarNKRI

Buka Kartu, Antasari: Saya Siap Mati

SeputarNKRI|POLITIK - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengaku tak takut mati setelah melontarkan pernyataan keras, dengan menyeret nama Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Buka Kartu, Antasari: Saya Siap Mati

Sementara mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum curhat melalui akun titternya.

Selasa (14/2) kemarin, Antasari membongkar di balik kasus pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Antasari menyatakan ada rekayasa kasus pembunuhan yang melibatkan SBY.

Antasari tak takut ada ancaman yang akan datang tertuju kepadanya, setelah menuding keterlibatan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Terutama dalam merekayasa kasus Nasrudin. “Saya ngomong hari ini, saya bicara hari ini, saya mati saya siap. Saya tidak peduli, ya, itu tolong dicatat. Tapi saya harus bicara ini. Kalau saya mati, ini jadi misteri kan. Ini saya bicara,” ujar Antasari di Gedung Bareskrim.

Rekayasa kasus pembunuhan Nasrudin, ucap Antasari, lantaran dirinya menolak untuk melepaskan besan SBY, Aulia Pohan. Saat itu, Aulia terseret kasus korupsi dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp 100 miliar.

Menurut keterangan Antasari, SBY menitipkan pesan melalui Hary Tanoesoedibjo. Hary datang ke rumah Antasari Maret 2009. Pesannya, untuk membebaskan Aulia. “Untuk apa waktu itu menyuruh Hary Tanoe, datang ke rumah saya malam-malam. Apakah masih bisa kita katakan SBY tidak intervensi perkara ini bukti. Untuk tidak menahan Aulia Pohan,” ucap Antasari.

Sebagai penegak hukum, Antasari mengaku obyektif. Sehingga permintaan itu, tak disetujui. Antasari disebut liar, dan tak bisa dikendalikan karena menolak permintaan membebaskan Aulia.

Setelah membeberkan, adanya rekayasa kasus pembunuhan Nasrudin, Antasari mengaku akan melanjutkan kegiatan seperti biasa. Dia tak peduli bila ada intimidasi atau teror yang menimpanya. “Saya ada kegiatan, dan mungkin saya akan kembali ke rumah nanti malam, dan bagaimana pun apakah rekan wartawan bisa jaga keamanan saya? Ndak kan, ya sudah saya jaga keamanan saya sendiri,” ujar Antasari.

Meski begitu, Antasari enggan menuduh pihak SBY atau Hary Tanoe yang akan meneror dirinya.
“Bukan saya menduh mereka akan melakukan aksi apa, ndak. Saya sudah alami, saya kemarin (2009) melaksanakan tugas resmi sebagai Ketua KPK,” ucap Antasari.

Antasari sebut ada kriminalisasi saat dirinya menjabat sebagai Ketua KPK, yakni terkait dirinya yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen yang tewas pada Maret 2009.

Tepatnya pada 4 Mei 2009, Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan Antasari sebagai tersangka atas kasus dugaan pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.

Selain itu Antasari Azhar juga menyebut nama putra kedua mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat IT Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu Legislatif 2009.

Menurut Antasari, Ibas adalah yang sosok mengadakan alat tersebut.

“Pada waktu saya usut IT KPU, saya tidak tahu siapa yang mengadakan barang itu. Saya hanya ingin bahwa KPU bekerja benar, sesuai dengan yang mereka lapor kepada saya, bahwa alatnya sudah bagus. (Tapi) kenapa tiba-tiba alat ini digrounded?,” kata Antasari saat diwawancarai Metro TV, Selasa (14/2/2016).

“Nah barulah kemudian saya tahu bahwa yang mengadakan alat ini adalah salah satu putra SBY,”

“Siapa?” tanya presenter.

“Ibas,” jawab Antasari.

Antasari tak menjawab saat ditanya kepastian dan kevalidan informasi itu.

“Namanya juga informasi, masuk ke kita seperti itu. Sehingga kita telusuri masalah pengadaan, ternyata sebelum sampai ke sana, saya sudah diusut duluan,” ujar Antasari.

Antasari mengungkapkan, KPK menyelidiki dugaan korupsi pengadaan IT KPU seusai pemilu legislatif 2009.

Dia juga mengaku sempat mengutus Haryono Umar, yang saat itu Wakil Ketua KPK, ke KPU untuk menanyakan seputar peralatan IT itu.

“Untuk menanyakan kenapa alat ini digrounded,” ujar Antasari.

Dari situ, kata dia, KPK melakukan pemanggilan dalam rangka pengumpulan data. KPK terus mencari tahu dan mendalami dugaan korupsi alat IT KPU.

“Kan alat ini digrounded, lalu timbul pertanyaan, apakah alat ini dibeli dalam keadaan rusak, apakah alat ini sudah direkayasa sehingga penghitungan error terus,” kata Antasari.

KPK, kata Antasari, pada saat itu belum masuk pada penelusuran nama yang terlibat dalam pengadaan alat IT tersebut.

“Yang penting bahwa pemilu ini harus lancar. Kenapa KPK, yang berkepentingan, karena KPK ada empat tugasnya, salah satunya memonitor jalannya pemerintahan,” kata dia.

Setelah wawancara Metro TV, Ibas berkicau di Twitter. Dia menyebut Antasari memfitnah SBY.

“Kampungan, Sangat tidak berkelas Fitnah Keji Antasari kepada @SBYudhoyono . Busuk! Sangat terbaca segala motif penzoliman ini #AAGateFitnah”

Selain itu dia juga mengimbau pada masyarakat agar tak terpancing fitnah.

“Wahai Rakyatku & Saudara”ku. Janganlah kita larut dlm Demokrasi yg Menyesatkan (Fitnah). Masih bnyk cara yg lebih Ksatria menuju satu tujuan”.

Hingga saat ini pihak media masih berupaya menghubungi Edhie Baskoro Yudhoyono untuk mengonfirmasi apa yang dikatakan Antasari.(Krisiandi)

About admin dua

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz
x

Check Also

Ancaman Hukuman 8 Tahun Penjara Menanti Buni Yani

Ancaman Hukuman 8 Tahun Penjara Menanti Buni Yani

SeputarNKRI | HUKUM - Sidang perdana kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan ...

Hari ini Jenazah Korban Penembakan Curanmor Tanggerang dimakamkan

Hari ini Jenazah Korban Penembakan Curanmor Tanggerang dimakamkan

SeputarNKRI | HUKUM - Italia Chandra Kirana Putri (23) tewas ditembak pelaku ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow