SeputarNKRI|POLITIK – “Jakarta pun bakal jadi kota mahal seperti Singapura maka tak bisa saja didiami oleh beberapa orang bersama pendapatan pas-pasan terlebih berpenghasilan rendah,” begitu mengisi sebahagian tweet mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (Komisi Pemilihan Umum) tersebut lewat akun Twitter @nazarsjamsuddin terhadap hri Munggu dini hri tanggal 17 Januari 2016, “Sayangnya sebahagian akbar dari mereka ialah kaum pribumi, termasuk juga Petugas negara. Sehingga dapat berjalan pergeseran penduduk, adalah kaum pribumi ke pinggiran kota seperti Bekasi & Depok (terutama Citayam & Bojonggede). Ujung-ujungnya kelak, mereka-mereka yg tak mampu lagi bayar PBB yg melangit itu dapat terpaksa jual hunian mereka & ke luar dari Jakarta. & itu termasuk juga saudara-saudara kita orang Betawi original, & Betawi-betawi non-kultural seperti kita-kita ini.”

Tidak Cuma itu, Prof Dr Nazaruddin Sjamsuddin pula memprediksi jikalau pribumi tersingkirkan dari Ibukota, sehingga politik dapat dikuasai juga oleh golongan Cina yg telah menguasai ibukota
“Apabila perkembangan seperti ini berjalan serta di kota-kota akbar kita yang lain, sehingga politik negara ini dapat dikuasai non-pribumi, dst, dst. Disaat itu S’pore dapat disaingi oleh Jakarta. Presiden kita kelak tak butuh segan-segan lagi memanfaatkan nama Cina. & Ahok tak butuh lagi bernama Basuki.” pungkas Prof Dr Nazaruddin Sjamsuddin
Di bawah ini ialah kutipan komplit kultwit Prof Nazaruddin mengenai prediksi hari depan DKI Jakarta yg dimuat dalam artikel berjudul “Ketika Pribumi Di Jakarta Tersingkirkan Oleh Etnis China Seperti Halnya Di Singapura” by @NazarSjamsuddin yg diterbirkan di Chirpstory
1. Friends, ayo kita bincang2 ttg perkembangan kota Jakarta di periode depan yang tdk terlampaui jauh, & lingkungan politiknya.
2. Dlm 10 th ke depan, menurut aku, Jkt punyai potensi utk berkembang & maju seperti S’pore. Barangkali Jkt bakal jadi S’pore ke-2.
3. Lihatlah bgmn S’pore hri ini : lingkungannya amat sangat rutin & jelita, tertata dg baik, udaranya bersih & perumahan tdk bernoda.
4. Kotanya amat sangat aman, kedatangan polisi teramat terasa 24 jam. Jarang ada rintangan keamanan. Informasi perampokan menjadi teramat menghebohkan.
5. Jalanan tdk tertunda & aturan lalin dipatuhi, termasuk juga tdk ada supir atau penumpang mobil yang buka jendela dulu buang sampah seenaknya.
6. Pedestriannya keren, fungsional & amat sangat nyaman bagi pejalan kaki; tdk ada warung atau org cuci mobil atau tambal ban di trotoar.
7. Seluruhnya itu sanggup berlangsung dikarenakan hukum benar2 ditegakkan. Seandainya ada masyarakat & pendatang berani melanggar hukum, minimal dapat kena denda.
8. Lantaran itu org tidak jarang memplesetkan julukan S’pore “a fine city” (kota kece) jadi “kota denda”. Ancaman denda yang mahal ada di mana2
9. Buang sampah sembarangan kena denda. Makan permen karet saja tentu didenda; lantaran itu tdk ada org yang menjual permen karet di sana.
10. Bahkan masyarakat yang ke Johor (Malaysia) dg mobil, kembalinya dilarang isikan tangki mobil dg penuh. Yang berani langgar, tahu sendiri.
11. Itu sebab harga bensin di Malaysia lbh murah daripada di S’pore.
12. Saking ketatnya hukum di sana, org tdk berani melanggar. Bayangkan sj, org Indonesia demikian hingga di S’pore serta-merta tunduk hukum! Hehe.
13. Betapa tdk, hukum S’pore tdk pandang bulu. Lalu sempat ada bocah AS mencoret2 mobil org di parkiran, ia kena ancaman hukuman cambuk.
14. Kedubes AS protes keras karena warganya itu belum dewasa. Pemerintah S’pore cuek saja. Sang anak masihlah dicambuk.
15. Menjadi, orang Amerika sj dibegitukan, terlebih orang Indonesia.
16. Menyukai kan apabila Jkt mampu seperti S’pore?
17. & itu tdk dapat lama lagi. Singkatnya sesudah 2017, jika Ahok terpilih lagi menjadi Gubernur DKI.
18. Aku perkirakan, kelak Jkt dapat diperindah. Daerah kotor dapat dihapus; di sana kelak dapat dibangun high rising apartments.
19. Trotoar yang skrg ini dlm wujud asal bangun, kelak dapat dibenahi. Motor tdk boleh lagi melewati, shg mengganggu pejalan kaki.
20. Mobil & bis tdk boleh lagi parkir di trotoar spt kini. Tukang jualan & bangunan2 yang tdk layak ada di sana dapat digusur.
21. Maaf, berakhir dahulu ya, ingin siap2 shalat subuh. Insya Allah kelak kita sambung lagi. See you.
22. Silahkan kita teruskan. Kemacetan Jkt diatasi lbh langsung, tdk pass dg cuma membangun infrastruktur, namun jg dg cara2 lain.
23. Seluruh kiat itu bertujuan utk menghambat arus masuknya mobil & motor ke dalam kota.
24. Utk itu para costumer mobil pribadi & motor bakal “dipaksa” naik kendaraan angkutan umum massal, termasuk juga MRT.
25. Dlm pertalian ini, budget operasional kendaraan pribadi & motor bakal dibuat mahal, sekaligus jg utk menambah mengisi kocek Pemerintah DKI.
26. Tarif parkir bakal dibuat mahal, minimal Rp10 rb/jam buat mobil & Rp5 rb/jam buat motor. Ini belum lg budget ERP di jalan2 tertentu.
27. Terlebih ya? Itu loh, BBM utk mobil & motor kamu butuh jg dikenakan pajak daerah, agar kamu kapok, shg ingin naik MRT/LRT & TransJkt.
28. Jkt jg bakal jadi kota mahal seperti S’pore, shg tdk bisa saja didiami oleh org2 dg gaji pas2an, terlebih berpenghasilan rendah.
29. Disayangkan sebahagian akbar dari mereka merupakan kaum pribumi, termasuk juga Petugas negara.
30. Sehingga dapat berjalan pergeseran penduduk, adalah kaum pribumi, ke pinggiran kota, spt Bekasi & Depok (terutama Citayam & Bojonggede).
31. Tak yakin? Saksikan saja, bgmn masyarakat dg pendapatan pas2an menjerit sebab tarif PBB yang meningkat konsisten.
32. Di lokasi aku, contohnya, dalam 2 thn terakhir naik hingga 100% jadi Rp9 juta.
33. Ujung2nya kelak, mereka2 yang tdk dapat lg bayar PBB yang melangit itu bakal terpaksa jual hunian mereka & ke luar dari Jkt.
34. & itu termasuk juga saudara2 kita org Betawi ori, & Betawi2 non-kultural spt kita2 ini.
35. Tapi jgn kuatir, kaum pribumi kelak tdk bakal sulit jual rumahnya, termasuk juga hunian warisan leluhur.
36. Lantaran, saudara2 kita yang etnis Cina bakal bersedia membelinya. Mrk punyai kapabilitas untuk itu, lantaran income mereka lbh tinggi uang diawal pribumi.
37. Tapi andaikata mrk tdk sanggup jg, msh ada yang dapat datang dari negara leluhur sana untuk membeli.
38. Dalam factor ini Pemerintah jg siap memfasilitasi. Skrg org asing telah boleh mempunyai hunian di sini buat periode 80 thn.
39. Musim segitu lama pasti sdh lebih dari lumayan untuk memasukkan 10 juta org dari negara leluhur.
40. Tetap ada trik lain untuk menyingkirkan kaum pribumi dari Jkt, termasuk juga dari apartemen2 yang menukar daerah2 bernoda.
41. Dlm kaitan ini, para pengembang etnis Cina menaikkan service charge hingga bbrp ratus prosen, spt di Kalibata City.
42. Ini pasti berikan efek naiknya harga sewa, yang pasti saja amat memberatkan bagi tenants yang sebahagian besar nya yakni pribumi.
43. Akibatnya, pasti mereka hrs mencari rumah yang lebih murah di daerah2 pinggiran di Depok & Bekasi atau Tangerang. Tersingkir lagi!
44. Ini bakal menyebabkan para pemilik apartemen tsb, investor kecil2an pribumi, terpaksa jual modal mereka kpd investor bekal kuat, Cina.
45. Hilang satu lagi peluang business kaum pribumi dg segala efek ekonominya.
46. Sama halnya dg S’pore, prediksi aku, warga mayoritas Jkt nnt ialah kaum non-pribumi.
47. Kelak dapat sj berjalan ada pengalokasian masyarakat di apartemen & perumahan2, contohnya pribumi sekian % & non-pri sekian prosen.
48. Bila ini berlangsung, mungkin saja kelak warga pribumi di Jkt dipencar2kan, seperti di S’pore, shg susah menguasaii Dapil.
49. Tak mustahil elemen ini bakal berjalan kepada masa ke-2 Ahok menjadi gubernur, 2017-2022.
50. & jikalau itu berlangsung, sehingga gede barangkali Gubernur DKI 2022-2027 berasal dari kalangan Cina pula.
51. Jika perkembangan spt ini berjalan pula di kota2 akbar kita yang lain, sehingga politik negara ini dapat dikuasai non-pribumi, dst, dst.
52. Dikala itu S’pore bakal disaingi oleh Jkt. Presiden kita nnt tdk butuh segan2 lg menggunakan nama Cina. & Ahok tdk butuh lg bernama Basuki.
53. Sekian, selamat pagi. Tabik.
SeputarNKRI Berita hangat seputar Politik dan Ekonomi di Indonesia

Leave a Reply
Be the First to Comment!