Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Manusia Beromzet Rp1,6 Miliar | SeputarNKRI

Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Manusia Beromzet Rp1,6 Miliar

Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Manusia Beromzet Rp1,6 Miliar

SeputarNKRI|KRIMINAL - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) berhasil membongkar jaringan human trafficking atau perdagangan manusia yang selama ini meresahkan masyarakat NTT.

“Ada tujuh jaringan human trafficking yang telah kita identifikasi dan bongkar keberadaan mereka namun dari ketujuh jaringan tersebut baru satu jaringan telah kita tangkap bersama kru-krunya,” kata Kapolda NTT Brigjen Pol E Widyo Sunaryo kepada wartawan dalam jumpa Pers di Markas Polda NTT.

Ketujuh jaringan perdagangan manusia yang berhasil dibongkar tersebut adalah kelompok jaringan YLR, kelompok jaringan WFS/D, kelompok jaringan ST. Kemudian ada juga kelompok jaringan perdagangan manusia lainnya seperti YN, kelompok jaringan NAT/SN, jaringan MF serta jaringan YP.

Kapolda menjelaskan ketujuh jaringan perdagangan Manusia tersebut saat ini tengah diusut keberadaannya selain YLR yang telah ditangkap oleh Polda NTT saat sedang menjalankan aksinya di Bandara El Tari Kupang. “YLR sendiri merupakan seorang petugas di bandara El Tari Kupang yang bertugas sebagai agen perekrut dari PT CSA-Medan.

Di samping itu juga YLR juga berperan sebagai orang yang bertugas untuk meloloskan para calon TKI agar bisa diterbangkan ke Medan,” tutur Kapolda. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda NTT, YLR mengaku selama enam bulan bekerja sebagai perekrut dan telah mendapatkan uang sebesar Rp1,6 miliar dari hasil perdagangan manusia.

YLR (38) tahun tersebut juga diketahui bertindak sebagai orang yang mengurus keberangkatan korban calon TKI dari agen-agen lain yang berada di NTT. “Hal inilah yang mengakibatkan selama ini kasus perdagangan manusia bergitu bebas keluar masuk melalui bandara.

Hal ini dikarenakan ada orang dalam yang bermain di dalamnya,” tutur Kapolda. Komandan berbintang satu tersebut juga mengatakan, dari hasil penangkapan YLR, polisi berhasil mengamankan 13 orang anggota tim YLR. Sementara itu, terkait enam jaringan perdagangan orang lainnya di NTT saat ini tengah terus diusut dengan bekerja sama dengan Polda Sumatera Utara serta dari Bareskrim.

Polda NTT kembali gencar mengusut tuntas kasus perdagangan manusia yang terjadi di NTT pascakematian Yulfrida Selan yang meninggal secara tidak wajar ketika dibawa pulang ke NTT.

Presiden Joko Widodo juga dalam kunjungannya ke NTT dalam rangka menghadiri Hari Keluarga Nasional (Harganas) beberapa waktu lalu juga telah menyampaikan kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian soal maraknya kasus perdagangan manusia di NTT. “Kapolri juga telah menyampaikan kepada saya untuk menangkap para pelakunya.

Memang berat, tetapi saya yakin kalau bekerja sama kita bisa mengusutnya semua,” tegas Kapolda NTT.

About admin

x

Check Also

Dugaan Sementara Pelaku Orang yang Dikenal Korban'

Dugaan Sementara Pelaku Orang yang Dikenal Korban’

SeputarNKRI|KRIMIMNAL - Pihak Kepolisian terus menyelidiki kasus penganiayaan yang menimpa Intan. Mahasiswi ...

Powered by Dragonballsuper Youtube Download animeshow