SeputarNKRI | Politik - Hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei menunjukkan pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno unggul atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Kemenangan ini membawa konsekuensi yang tidak ringan, Anies-Sandi harus mampu melunasi janji-janji kampanye yang selama ini selalu diumbar kepada masyarakat Jakarta.
Berikut rangkuman beberapa janji Anies-Sandi yang dipaparkannya selama kampanye dalam Pilgub DKI Jakarta.
Janji kampanye itu meliputi dari soal penghentian reklamasi hingga penumbuhan wirausaha di setiap kecamatan melalui program OK-OCE.
Tak hanya di bidang ekonomi, Anies-Sandi juga mengungkapkan janjinya di bidang lain.
Tak hanya soal program, ada pula janji soal Hotel Alexis yang lalu jadi perbincangan.
Berikut sederet janji-janji Anies-Sandi:
1. Menghentikan Reklamasi
“Menghentikan reklamasi Teluk Jakarta untuk kepentingan pemeliharaan lingkungan hidup serta perlindungan terhadap nelayan, masyarakat pesisir, dan segenap warga Jakarta,” begitu isi satu dari 23 janji Anies-Sandiaga.
Anies-Sandi juga menolak reklamasi jikalau prosesnya tidak didasari keterbukaan dan keadilan. Seharusnya setiap kebijakan harus berorientasi dan berpihak kepada rakyat kecil.
“Karena saya mengusung kebenaran, selama reklamasi itu diusung dengan keterbukaan berdasarkan keadilan dan ternyata tidak berpihak pada rakyat kecil, ya saya berani,” kata Sandiaga saat ditemui di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2016).
Pulau-pulau reklamasi yang sudah telanjur dibangun akan dikembalikan fungsinya untuk kepentingan masyarakat, dan memastikan pemberian jalan keluar terbaik bagi pengembang yang sudah berinvestasi di pulau reklamasi. Hal tersebut disampaikan pada 7 prinsip penghentian reklamasi.
Anies juga berjanji akan menaati putusan PTUN soal pencabutan izin reklamasi Pulau F, I, dan K. Dia bersama Sandiaga akan mengikuti peraturan perundang-undangan yang ada dalam mengambil setiap kebijakan, termasuk soal reklamasi.
“Kami taati keputusan pengadilan, kami akan ikuti perundang-undangan, tidak bekerja seperti kemauan pribadi. Ini bukan proyek pribadi, kami ikuti peraturan perundang-undangan. Saya akan ikuti peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah,” ujar Anies di Hotel Bidakara, Jalan Jend Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (17/3/2017).
Sementara itu, Sandiaga mengaku tidak didukung pengusaha karena menolak reklamasi. Untuk mencari solusi, dia akan membangun forum dialog antara pengusaha dan nelayan.
“Rembuk, formatnya nanti kita sepakati bersama. Tapi harus terwakili semua dari sisi birokrasinya, dari sisi pengusahanya bagi yang sudah beli. Saya sedih juga waktu itu ada pengusaha sudah investasi banyak sekali dan sekarang utang ke bank, dia sangat sedih sekali. Merasa mata pencariannya akan terganggu,” ujar Sandiaga di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (24/3).
2. Tutup Alexis
Alexis menjadi isu yang begitu hangat diperbicarakan saat debat kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang diselenggarakan oleh KPUD. Dalam kesempatan itu, Anies sempat menyindir Ahok dan menyinggung Alexis, tempat hiburan malam yang pernah menjadi kontroversi semasa Ahok masih aktif menjadi Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mempertanyakan janji ketegasan Ahok soal pemberantasan prostitusi, termasuk di Alexis.
“Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan prostitusi, Alexis, lemah!” ujar Anies di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1/2017).
Ahok menanggapi pernyataan Anies terkait dengan Alexis ini. Dia ‘membalas’ dengan memamerkan kinerja menutup tempat hiburan Stadium dan Mille’s.
“Ketika Anies bilang Alexis, kami sudah (tutup) Stadium dan Mille’s,” ucap Ahok.
3. Janjikan Stadion Sekelas Old Trafford
Pada November lalu, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sempat menjanjikan stadion bertaraf internasional, seperti di Manchester United, untuk tim sepak bola Persija Jakarta.
Pernyataan itu disampaikan oleh Sandi di Perintis Futsal, Cakung, Jakarta Timur (17/11/2016). Nantinya, stadion itu juga bukan sekadar untuk lapangan sepak bola, tapi juga akan ada fasilitas untuk jalur atletik, joging, dan sebagainya.
“Stadionnya nanti bertaraf internasional ya. Rumputnya nanti seperti di Manchester United. Tempat duduknya bakal seperti di Jerman, Bayern Muenchen ya,” ujar Sandiaga kala itu.
Kini janji tersebut makin dinanti oleh masyarakat setelah Anies-Sandi unggul dalam hasil hitung cepat yang dirilis oleh berbagai lembaga survei. Janjinya membangun stadion sekelas Old Trafford sangat ditunggu warga DKI Jakarta.
4.OK OCE, OK O-Care, OK O-Trip
Program ini merupakan gerakan untuk melahirkan 200 ribu pengusaha baru. Untuk membentuk OK OCE, nantinya akan ada 44 pos pengembangan kewirausahaan warga di setiap kecamatan. Seluruh warga Jakarta dapat mengikuti program tersebut, termasuk pekerja harian lepas (PHL) provinsi.
“OK OCE lebih (lengkap) karena OK OCE adalah sebuah gerakan yang ada 5 pilarnya, satu peningkatan skill. Dua, garansi inovasi untuk perizinan. Ketiga, kredit khusus untuk perempuan. Empat, akses pasar jejaring seperti sepatu ‘Jakarta Berlari’ menggunakan jaringan kita. Kelima, memastikan garansi inovasi bisa dijalankan dan memberikan sebuah kemudahan dari segi perizinan dan insentif, juga permits untuk yang baru memulai usaha,” tutur Sandiaga, Jumat (3/3/2017).
Setelah OK OCE, Anies-Sandi kemudian memperkenalkan programnya di bidang kesehatan, yaitu OK O-Care. Lewat program ini Sandiaga ingin memastikan kesehatan warga.
“Nama programnya OK O-Care. Kita identifikasi baksos, kita ubah dua kali lipat promotif, preemtif. OK O-Care memastikan pola hidup sehat,” ujar Sandiaga dalam debat final bertemakan “Dari Masyarakat untuk Jakarta”, di Hotel Bidakara Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017).
Dikutip dari jakartamajubersama.com, Selasa (11/4), Anies-Sandi menawarkan terobosan transportasi umum gratis untuk warga miskin, lansia, guru, PNS, anak sekolah, serta warga tidak mampu pemegang KJP dan KJS. Mereka juga menawarkan transportasi murah, aman, dan nyaman untuk seluruh warga DKI dengan biaya Rp 5 ribu untuk sekali jalan dan bisa ke mana saja.
Selain membuat program tersebut, Anies berjanji akan menyamakan manajemen transportasi. Dia mencontohkan sistem manajemen itu sama seperti sistem perbankan.
“Jadi bukan hanya single payment (sekali bayar), tapi manajemennya harus disamakan. Jadi, bagi rakyat, yang penting mereka tahunya bayar Rp 5 ribu, tapi di balik itu ada pengelolaan yang lebih rumit,” ujar Anies di kediamannya di Jalan Lebak Bulus Dalam II, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (4/3).
“Core-nya itu adalah MRT, BRT, dan LRT. Core dalam artian tulang punggung, tapi untuk masuk ke sana sampai kampung-kampung, bahkan kita juga memikirkan,” kata Anies di gedung Nusantara II, kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (22/3).
SeputarNKRI Berita hangat seputar Politik dan Ekonomi di Indonesia

Leave a Reply
Be the First to Comment!